admin

Ada Apa Dengannya?

Sekalangan teman-teman Aku berkumpul Satu sisi terlihat lirikan tajam Tak merasa pada ku Namun di kala sorang diri Tatapan itu lari pada ku Tatapan yang membuat ku malu Akan segalanya Tatapan itu begitu misterius Lagi-lagi aku di buatnya tersipu Entah kenapa Batin ini merasakan Senyum dan suaranya bener-benar menendakan Sikapnya yang begitu membuktikan Di dalam mimpi dia hadir Berkata seenaknay Secarik kertas ia kotori Indra ini mengeja Sesuatu apa lagi

Konstitusi Argani

Ideologi Argani berasal dari Bahasa Jawa Kawi yang berarti berani melawan bahaya. Sedangkan secara terminologis adalah seorang pejuang yang mempunyai tekad kuat, tidak pernah takut menghadapi rintangan atau masalah. Adapun arti argani per huruf, A= Angkatan, R= Revolusi, G= penGgerak, A= Attitude, N=Nasionalisme, I=ISWA. Filosofi 1 Secara sifat Argani diibaratkan sebagai kebudayaan, terhadap individu atau diri sendiri, kebudayaan yang dimaksudkan disini adalah cerita wayang yang turun temurun dari nenek moyang.

Sepucuk Pesan Karya Amelia

Aku ingin bercerita Yang sembilan puluh tahun Tergantung balik pintu kamarku Di samping rumah Pepohonan pinuns Berbaris bagai punggung wanita Yang melawan angin Hutan belantara menjulang Dari horison ke horison Dua gagak mencari mencari mangsa Kicau burung mengapung Diangkasa pagi Gagak terbang di ketinggian satu mili Pesawat meninggalkan asap tebal Pagi hari aku menyingkap Tabir mimpiku tentang peperangan Dan penutup yanng tidak sambung

Tanya Lihatku

Motif batik yang ku lihat itu Seperti ada di hutan sana Mataku menangkap sesuatu Saat ku raba Kain panjang itu Pondasi coklat dengan warna gambar putih dan hitam Biar ku bercerita, kawan Saat kakiku menapaki jalan Terjal bukit rendah itu Tiba-tiba Seekor burung gereja Terbang rendah di hadapanku Berputar-putar Aku heran, mengapa? Tanyaku dalam hati Tak lama waktu itu Ia pun jatuh Dengan kaki tergijal-gijal Ku dekatinya Ku sentuh Namun

Menangis Butir-butir Tanda

Di bawah lentik-lentik pecahan listrik Aku mendera risau pada Bahasa alam Ku melihat Ku mendengar Akupun merasakan Ku meresap Ku merasuk Ku pahamu Hingga aku mengerti Jiwa ini kering Jiwaini tandus Aku menyelam dalamnya lautan Aku berenang pada deras arus kehidupan Aku berteduh di bawah pohon kering Akupun berlindung pada angin yang berhembus   Sindi Nuki L

Harta Terpendam karya Amelia

Kulihat seorang pemuda Berdiri depan pintu rumahku Mengambang … Siapa gerangan…? Tanpa satu kata terpatah Menghilang … berbaur menjadi Satu … Dengan sang bayu Dipandang belantara Rimbun daun bambu Terlihat kawanan sriti Melintas menembus awan Kata senja Aneh bukan…? Biarlah … Pikir apa aku? Biarkan aku menjadi cerita Yang memang tak kau ingin Dan biarkan menjadi sejarah Yang akan selalu Terkenang namaku Walau telah berbantal gelu

Sang Pejuang Kami karya Sukma

Angin-angin desau mengibarkan Semangat tetesan keringat Perjuangan… Berkali-kali mereka terjatuh Dengan sorakan dari kami Merekapun mampu untuk Berbangkit kembali… Berbagai cara mereka tempuh untuk Membuat kami tersenyum karena prestasi Yang telah mereka perjuangkan Nyanyian penyemangat kami desaukan Untuk pejuang kami Ribuan doa hati kami siapkan Untukmu… Lawanlah mereka dengan sportivitas kalian Kobarkanlah selalu Semangat kalian Sang pejuang kami Kami akan selalu ada untuk kalian “Songo FC”   Sukma N J

Kerinduan karya nunung

Ketika pagi menyapa Burung berkicaulayaknya menyapa Tampak lewat sepintas dipikiranku Ketika awan berlahan berjalan Tiba-tiba… Tak tampak batang hidungmu Namun aku merasa dirimu dekat disampingku Ketika ku tahu… Kau tinggalkan kata-kata terakhir Teruslah berjuang kawan Masa perjalananmu masih panjang Nunung Rismawati

Abad 21 hebat karya Usup Mafullah

Aku mengambil sebatang rokok Di kamar kecilku, tapi penuh kenangan ku hembuskan berkali-kali Sampai hembusan ku membentuk sebuah harapan Aku mengambil secangkir kopi hitam Di meja bundar, tapi penuh kebahagiaan ku seruput sedikit demi sedikit Tuk mencairkan rasa damai tentramku pada dunia Aku beranjak dari tempat dudukku Dari kursi goyang yang rapuh dan hampir pecah Namun, penuh dengan kemanfaatan yang berarti Ku lihat medan perang manusia dari balik kaca Dan

Perjuangan Ini

Aku berdiri kokoh melawan badai Berjuta kocehan berlalu lalang Mereka tak tahu apa artinya Mata ini memandang Angin berporak- parik Menerjang lipatan perjuangan Kaki ini tak berhentipun Untuk melangkah Meraih sebuah impian Yang telah lama diangankan Berjalan terus berjalan Waktu semakin berlalu Kini anganku sudah Mencapai puncak Tinggal selangkah lagi Ku mendapatkannya Disaat seperti inilah Badai semakin besar Mendatang, menerjang… Tetaplah berpegang teguh Percayalah kamu pasti bisa Sukma Nurjannah