puisi

Maafkan Aku Walisongo karya Aldi Prasetyo

Aku sangat bangga bisa menyinggahi mu Berapa banyak yang telah kau hadirkan padaku, tak terhitung Kedamaian suka duka terjalin roman Dalam kerja bergelut kesah, duka lara sebagai pelipur damai Hikmah rahasia begitu berarti kertas-kertas dibawah bantal Menyepi dikegelapan malam Cintalah yang membuatku betah Aku ingin mendekapmu, dekapan tanganku terlalu kecil Maafkan aku, aku belum bisa menyetubuhimu Apalagi menjiwaimu Hanya ini yang bisa kupersembahkan,untukmu Jangan sampai kau mengenalku, apalagi mengenangku Cukup

Kau Ini Krucil karya Aldi Prasetyo

Menghilang Secara Melo Kau ini krucil menghirup kumpulan pecinta narkoba sebutir methanol masuk ditubuhmu setiap pagi secangkir kopi membasahi sel-sel tubuh seperti curut digot-got Kau ini krucil berlari memasuki kawasan malaikat lantunan Al-qur’an menggelitiki kuping setiap saat saat itu kau jatuh cinta dengan nama Tuhan: Allah Kau ini krucil bocah kecil tengik menggebrak pintu sastra sajakmu bermain liar tanpa kau melihat kanan-kiri Kau ini krucil menyinggahi kediaman angker setengah tahun

Lahirmu Januari karya Aldi Prasetyo

Lahirmu Januari Lahirmu dari perut ibumu, tataplah congkak dunia dekapan seorang ibu mencium aroma surga Cepatlah besar anakku menangislah yang keras, jangan kau ragu Bila dunia mengucilkanmu, biarlah jalani hidup mengikuti skenario Anakku, aku hanya ingin bilang Lahirmu januari

Darah Pancadarma karya Aldi Prasetyo

Dunia belum mengetahui jejak, siapa pengendara Jiwa merah berlaga kontes peperangan Ranah suci menggali landasan revormasi : PENGABDIAN, KEIKHLASAN, PERSATUAN, KEMANDIRIAN, KEMANFAATAN Orang-orang cengeng mati, tengah perjalanan Moncong senjata dihadapan mata Kita harus bagaimana: lawan, lawan sampai darah mengalir mewarnai tubuh kita demi WALISONGO

Anakmu Bukanlah Anakmu oleh Kahlil Gibran

Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra putri sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu. Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan sodorkan pemikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu. Engkau

Sajak Suara oleh Widji Tukul

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diam siapkan untukmu: pemberontakan! sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan? sesungguhnya suara itu akan menjadi kata ialah yang mengajari aku bertanya

Di Balik Angka-angka oleh senjagurau

angka berbicara lebih banyak dari pada kata menyimpan lebih detail peristiwa … lima belas menit aku menemukanmu seperempat jam aku menunggu dua menit empat puluh lima detik engkau bertanya lima menit aku terdiam, bukan karena pertanyaanmu tiga menit aku menatap jauh menembus matamu dua menit kemudian aku tersadar harus menjawab sepuluh menit aku menikmati kebersamaan seakan yang lain tak ada seperti hanya sepersekian detik aku dikuasai lamunan kau masih menunggu

Begitu Engkau Bersujud karya M.H. Ainun Najib

Begitu engakau bersujud, terbangunlah ruang yang kau tempati itu menjadi sebuah masjid Setiap kali engkau bersujud, setiap kali pula telah engkau dirikan masjid Wahai, betapa menakjubkan, berapa ribu masjid telah kau bengun selama hidupmu? Tak terbilang jumlahnya, menara masjidmu meninggi, menembus langit, memasuki alam makrifat Setiap gedung, rumah, bilik atau tanah, seketika bernama masjid, begitu engkau tempati untuk bersujud Setiap lembar rupiah yang kau sodorkan kepada ridha Tuhan, menjelma jadi