Konstitusi Argani

Konstitusi Argani
  • Ideologi

Argani berasal dari Bahasa Jawa Kawi yang berarti berani melawan bahaya. Sedangkan secara terminologis adalah seorang pejuang yang mempunyai tekad kuat, tidak pernah takut menghadapi rintangan atau masalah. Adapun arti argani per huruf, A= Angkatan, R= Revolusi, G= penGgerak, A= Attitude, N=Nasionalisme, I=ISWA.

  • Filosofi 1

Secara sifat

Argani diibaratkan sebagai kebudayaan, terhadap individu atau diri sendiri, kebudayaan yang dimaksudkan disini adalah cerita wayang yang turun temurun dari nenek moyang. Dalam cerita pewayangan ada tokoh terkenal, yaitu Pandhawa lima. Dalam pandhawa tersebut tokoh yang memiliki sifat seperti arti kata Argani adalah Bima atau yang paling sering dikenal sebagai Werkudara. Seperti halnya Pandhawa yang lain yang memunyai karakter dan kelebihan masing – masing seperti Yudhistira yang memiliki sifat…………., Arjuna atau Janaka dengan ketampanannya dan  kelembutannya membuat wanita manapun jatuh hati, adapun Nakula dan Sadewa yang pandai menangani masalah keuangan sehingga keadaan ekonomi tidak  mengalami permasalahan yang rumit, begitu juga dengan Bima dengan karakternya yang tidak basa – basi, tidak suka mendua, tidak menjilat ludah sendiri, serta menegakkan hukum seadil- adilnya tanpa pandang bulu dan selalu menepati janji.

Dalam sejarah dikisahkan bahwa Bima memiliki tiga keturunan yaitu, Antareja, Gatut kaca, dan Antasena. Ketiga putranya memiliki kesaktian yang luar biasa, bahkan kesaktiannya itu melebihi ayahnya, Bima. Sehingga dewapun mengakui bahwa ketiga putra Bima tidak layak untuk menjadi seorang manusia. Jadi, Bima adalah seorang bapak dari sebuah keberhasilan. Memang, secara sosial Bima adalah anak dari Prabu Puntadewa namun, pada hakikatnya ibu Bima atau Istri Prabu Puntadewa dihamili oleh Dewa Ruci, Jadi Bima adalah anak Dewa.

Sesuai karakter Bima yang tegas, pantang menyerah, tidak suka mendua, walaupun dari lahir Bima sudah memunyai kekuatan namun tekad untuk mencari ilmu dalam dirinya sangat kuat. Resi Durna sebagai gurunya pun salut pada Bima karena sifatnya tersebut rasa taat kepada durna tak goyah sedikitpun, Bima selalu menuruti apa kata perintah Durna, diceritakan pernah sang Bima diperintahkan untuk mencari pusara air didasar samudra. Jika tidak didasari rasa patuh pada guru tak mungkin orang manapun mau melakukan seperti itu. Resi Durna juga mengakui bahwa setiap hal yang dilakukan Bima dalam pencarian ilmunya itu selalu mendapatkan keberhasilan, bahkan lebih dari itu, intinya diakhir pencarian ilmu selalu mendapat anugerah dan kesaktian serta kemuliaan. Jadi, rasa percaya dan ketaatan seorang murid kepada guru itu sangat dibutuhkan karena itu sangat menentukan keberhasilan dalam menggapai cita – cita.

 

Secara simbol

Pandhawa adalah simbol kebaikan dan kemuliaan. Di dalam keluarga Pandhawa, Bima adalah anak ke -2 setelah Yudhistira. Nomor dua dilambangkan dengan jari telunjuk yang melambangkan perintah, keberanian, ketegasan mempunyai power. Dimaksudkan perintah yaitu jika seorang sedang menyuruh atau meberikan perintah dengan tegas ia akan menunjuk dengan jari telunjuknya. Adapun keberanian yang dimaksud adalah saat kita benar dan berani, kita mengacungkan jari untuk diri kita sendiri.

Filosofi 2

Dalam cerita wayang, Pandhawa tersebutkan dengan jumlah lima orang laki – laki   dengan kelebihan dan kesaktian masing – masing. Tokoh Bima dalam kisah itu adalah anak kedua dari Prabu Puntadewa setelah Yudhistira. Dalam islam ada sebuah kewajiban yang harus dikerjakan yang bernama Rukun Islam, rukun islam yang kedua adalah mengerjakan sholat.

Berkaitan dengan bagian yang ada dalam ISWA, sifat Bima dan Argani bisa diperinci sebagai berikut:
1. Presiden : Tegas menegakkan aturan dan pengayom keluarga.

  1. wakil presiden : Putra kedua dari Pandhawa berarti menjadi wakil dari Presiden yang membantu menegakkan aturan.
  2. Sekertaris : Bagian ini adalah bagian yang paling sering diberi tugas dari atasan.
  3. Bendahara : Dalam Argani dan Bima ada satu sifat yaitu setia pada satu sikap dan tidak mendua. Bagi bagian ini Bendahara memunyai pemikiran pada satu atasan mengenai tanggung jawab laporan. Bagian yang paling riskan gangguan adalah keuangan. Jadi harus ada standart sikap yang setia dan tidak mudah dibohongi oleh pihak manapun.
  4. Pendidikan : Tekad mencari ilmu adalah nafas bagian pendidikan.
  5. Jama’ah : Filosofi rukun islam yang kedua sama dengan filosofi urutan Pandhawa yang kedua yaitu sholat. Bahwa bagian ini adalah bagian yang akan menegakkan sholat.
  6. Keamanan : Sesuai filosofi jari yang kedua yaitu telunjuk. Bahwa jari telunjuk adalah simbol power, perintah , keberanian, dan ketegasan.
  7. Sarpras : Sifat pantang menyerah walaupun energi terkuras habis. Sama dengan Bima yang tidak kenal lelah menjalankan tugas.
  8. Bahasa : Bima adalah sosok yang sangat berbeda pada tutur bahasanya. Bima selalu melafazdkan bahasa yang unik yakni kunti ibuku dan durna guruku
  9. Kemandirian :

11.Kesehatan              :

  1. Kebersihan :
  2. Koordinator Walikamar/Non Walikamar:

Realita Kehidupan Bima Dalam Diri Argani

          Argani sebagai sosok Bima, Bima adalah bapak bagi anak anaknya seperti halnya dengan nabi Adam menjadi bapak dari habil dan qabil, beliau adalah orang yang pertama, begitu juga Argani, angkatan pertama yang membangun SMA di Walisongo. Argani adalah sebagai bapak dan generasi selanjutnya adalah anak anak yang akan meneruskan perjuangan Argani, dan tentunya seorang bapak ingin anak- anaknya berhasil dalam masa berjuangnya, bahkan lebih dari itu.

Mengusung sebuah revolusi adalah singkatan Argani, Angkatan Revolusi penGgerak Attitude Nasionalisme ISWA, agar tercipta generasi yang lebih baik. Seperti yang dirasakan Walisongo saat ini, pendidikan formal maupun non formal belum bisa maksimal karena ada beberapa faktor yang membelakangi hal itu. Maka dari itu, Argani semaksimal mungkin berusaha dengan keras untuk memperbaiki itu seperti yang dilakukan oleh Bima, Karena Tekad mencari ilmu adalah nafas bagian pendidikan.

Saat Argani memegang pemerintahan dalam organisasi ISWA, Walisongo sudah berada di tengah – tengah kejayaan. Bima mengantarkan kejayaan di Negara Ngastina pada zamannya, Argani menjadi salah satu yang mengantarkan walisongo yang penuh dengan kegemilangan seperti ini. Sebelum Argani memerintah pun saat angkatan ini yang menduduki bangku SMA pertama kali di walisongo setelah terjadi pergantian dari SMK ke SMA, pada saat itulah juga LSN(Liga Santri Nusantara) diselenggarakan yang hingga saat ini menjadi sebuah prestasi kebanggaan dalam dunia olahraga Walisongo bahkan nasional. Pelantikan PCNU(pengurus cabang nahdlatul ulama’) yang dimana Abah K.H Ma’ruf Islamuddin sebagai ketuanya dan dihadiri langsung oleh ketua umum PBNU Prof. Dr.K.H Aqil Sirodj,Ma. juga terjadi saat angkatan ini menjadi anggota pelaksana harian ISWA.

Sesuai nama, Penggerak nasionalisme, melestarikan budaya terutama budaya walisongo dimata nusantara seperti identitas kita sebagai NU yang melestarikan islam nusantara. Argani ingin melestarikan budaya sendiri, membangun jiwa nasionalisme untuk nusantara, penggerak semangat santri untuk itu. Namun, itu juga tak lepas dari kesadaran tangan – tangan santri Walisongo. Argani adalah Pandhawa, menegakkan kebenaran, tegas tokoh protagonis untuk lakon Walisongo.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *