Pembukaan POSPEDA 2016

Ketua panitia sedang memberikan pengarahan pada saat pembukaan POSPEDA 2016
Ketua panitia sedang memberikan pengarahan pada saat pembukaan POSPEDA 2016

Walisongo News, Sragen – Pada hari Rabu tanggal 27 April 2016 bertempatkan di aula Ponpes Al Hikmah desa Bedono kecamatan Tanon telah dibuka Pekan Olah Raga dan Seni Pesantren Daerah (POSPEDA) 2016 oleh ketua panitiayaitu Bapak Fachrudin. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan diadakannya POSPEDA tahun ini agar pesantren ikut andil mempertahankan NKRI sesuai dengan tema perlombaan yaitu “Melalui POSPEDA Kita Wujudkan Revolusi Mental Santri Untuk Mengawal NKRI”.[spacer height=”20px”]

Pospeda merupakan acara tiga tahunan sekali yang diadakan oleh Kemenag, di dalam acara tersebut diperlombakan dua kategori lomba yaitu seni dan olah raga. Untuk kategori Seni yang diperlombakan adalah seni musik, seni kerajinan tangan, seni kaligrafi, cipta puisi, dan pidato tiga bahasa (Arab, Inggris, dan Indonesia). Adapun untuk olah raga yang diperlombakan yaitu lari, badminton, dan futsal. Untuk cabang lomba sendiri terbagi menjadi dua yaitu putra dan putri kecuali futsal hanya diikuti putra, sedangkan lari putra putri dibagi menjadi beberapa cabang yaitu 100 m, 200 m, 300 m, 3000 m (putri), dan 5000 m (putra). Badminton menjadi satu-satunya cabang lomba yang menggunakan sistem beregu yaitu dua tunggal dan satu ganda.

Untuk Pospeda tahun ini berlangsung selama dua hari yaitu hari pertama dilaksanakan setelah acara pembukaan dan diadakan di komplek Ponpes Al Hikmah Tanon yang meliputi seluruh lomba dalam kategori seni. Hari kedua perlombaan diadakan pada hari kamis keesokan harinya dan dilaksanakan di tiga titik yaitu lomba lari di stadiun Taruna Sragen, lomba futsal di lapangan futsal Danol Sragen, dan lomba badminton diadakan di gedung badminton Kemenag Sragen.[spacer height=”20px”]
Dari pantauan kami di lapangan terlihat bahwa pondok pesantren sangat antusias mengikuti acara perlombaan tersebut, bahkan Ponpes Walisongo Sragen mengirim perwakilan di semua kategori dan cabang lomba seperti keterangan dari salah satu pendamping lomba dari Ponpes Walisongo Sragen Khalimi, “Anak-anak tampak antusias begitu tahu ada POSPEDA sehingga kami memutuskan untuk mengirim wakil di seluruh lomba.[spacer height=”20px”]

POSPEDA ini juga sekaligus menjadi media untuk mengukur seberapa banyak para santri menyerap pelajaran yang mereka terima di ekstrakurikuler”. Selain Ponpes Walisongo ada juga beberapa perwakilan dari beberapa ponpes di kabupaten Sragen di antaranya ponpes MTA Gemolong, Ponpes Nurul Huda Gondang, dan Ponpes Al Hikmah Tanon selaku tuan rumah.[spacer height=”20px”]
JENITA LUTFI AYU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *